Agenda DPRD Kabupaten Ciamis, Selasa 09 September 2025 – Ketua DPRD Kabupaten Ciamis H. Nanang Permana, M.H. menghadiri kegiatan Milangkala ke-16 Gong Perdamaian Dunia yang diselenggarakan di Kabupaten Ciamis. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan perdamaian yang diwariskan melalui simbol Gong Perdamaian Dunia.
Acara berlangsung meriah dan khidmat dengan dihadiri oleh Bupati Ciamis, Kapolres Ciamis, Dandim 0613 Ciamis, Kepala Kejaksaan Negeri Ciamis, Ketua Pengadilan Negeri Ciamis, Ketua Pengadilan Agama Ciamis, unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis, para budayawan, organisasi masyarakat dan mahasiswa, serta unsur pimpinan agama di Kabupaten Ciamis.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi kirab yang melibatkan unsur budaya dan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, rajah bubuka, serta tari bubuka sebagai wujud pelestarian budaya lokal.
Selanjutnya, Irjen Pol. (Purn) Dr. Drs. H. Anton Charliyan, M.P.Kn. menyampaikan sejarah Gong Perdamaian Dunia, yang menjadi pengingat akan pentingnya semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Acara kemudian berlanjut dengan prosesi pemukulan gong, prosesi ngawasuh gong, dan prosesi nyiram gong sebagai simbol penyucian, perawatan, serta kesinambungan pesan damai untuk generasi mendatang.
Pada momen puncak, Ketua DPRD Kabupaten Ciamis bersama Forkopimda lainnya secara serentak memukul Gong Perdamaian Dunia. Prosesi ini menjadi penegasan simbolik bahwa seluruh unsur pimpinan daerah, bersama tokoh masyarakat dan agama, memiliki komitmen yang sama untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan di Kabupaten Ciamis.
Acara dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Jawa Barat yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, penampilan teatrikal sejarah Gong Perdamaian, sambutan Bupati Ciamis, doa bersama, menyanyikan lagu “Tanah Airku”, dan ditutup secara resmi.
Kegiatan Milangkala ke-16 Gong Perdamaian Dunia tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi sarana refleksi bersama akan pentingnya merawat nilai-nilai perdamaian, memperkokoh kebersamaan, serta menguatkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, tokoh agama, dan generasi muda di Kabupaten Ciamis.